Senin, 11 Maret 2013

Desa Gongseng Peroleh Alokasi Sertipikat PRONA

23 Desa Peroleh Alokasi Sertipikat PRONA

Dua puluh tiga desa di Kabupaten Pemalang mendapatkan alokasi kegiatan Pengelolaan Pertanahan Nasional (Sertipikat PRONA) Tahun 2013. Secara tertulis hal ini diinformasikaan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kab. Pemalang, Kasten Situmorang, SH, melalui suratnya kepada Bupati Pemalang tertanggal 11 Februari 2013.
Kepastian ini disampaikan setelah ditetapkannya DIPA TA 2013 No: DIPA-056.01.2.429935/2013 tanggal 5 Desember 2012. Sesuai DIPA tersebut, kegiatan Sertifikat PRONA ini dialokasikan untuk 3.660 bidang tanah di wilayah Kabupaten Pemalang. Sedangkan dua puluh tiga desa dimaksud adalah Desa Warungpring, Kalisaleh, Pakembaran, Gombong, Karangdawa, Badak, Mereng, Gunungtiga, Datar, Sikasur, Cibuyur, Banyumudal, Karangtalok, Pamutih, Kecepit, Cikendung, Gembyang, Gunungsari, Kejene, Nyalembeng, Gongseng, Majalangu, dan Medayu.
Kasten menyebutkan tiga hal yang menjadi hak peserta PRONA. Pertama, mendapatkan sertipikat hak atas tanah. Sertipikat ini diberikan sepanjangn dalam proses penerbitan tidak ada pihak yang mengajukan keberatan, melalui kegiatan pendaftaran tanah pertama kali. Kedua, peserta tidak perlu membayar biaya BNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang berkaitan dengan biaya pendaftaran hak, pengukuran bidang tanah, transport pengukuran, panitia pemeriksaan tanah (Panitia A), dan transport Panitia A. Biaya-biaya ini telah dialokasikan oleh negara melalui mekanisme APBN. Hak ketiga adalah, peserta melakukan pendaftaran, melengkapi berkas, menerima sertipikat hak atas tanah di tingkat desa masing-masing.
Selain hak, kepada peserta Prona juga dibebankan beberapa kewajiban. Pertama, menyediakan dan memasang patok tanda batas bidang tanah sebanyak 4 buah untuk satu bidang tanah. Patok-patok ini dipasang pada sudut-sudut bidang tanah dengan bentuk, ukuran dan spek yang telah ditentukan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Pemalang. Kedua, peserta wajib menyaksikan pengukuran tanah yang dimohonkan sertipikat dan pengukuran tanah milik bersebelahan. Ketiga, peserta juga diwajibkan memberikan keterangan yang berkaitan dengan data tanah yang dimohonkan sertipikat, memenuhi syarat administratif yuridis berkaitan kelengkapan berkas permohonan.
Keempat, menyediakan materai yang cukup sesuai jumlah kebutuhan. Kelima, melengkapi Akta PPAT (jual beli atau hibah) apabila dalam persyaratan diwajibkan. Keenam, melengkapi bukti penyetoran BPHTB dan atau PPh bila terhutang. Dan ketujuh, peserta diwajibkab mengikuti/menghadiri penyuluhan yang dilaksanakan oleh Tim Penyuluh dari Kantor Pertanahan Kabupaten Pemalang di Balai Desa masing-masing.

Hasil Seleksi Petugas ST2013 BPS untuk Desa Gongseng


Kutipan Dari

Hasil Seleksi Petugas ST2013 BPS Pemalang yang dinyatakan lulus seleksi

RANDUDONGKAL            17           KEJENE G-16      YULIA IDAWATI
RANDUDONGKAL            17           KEJENE G-13      DINI ARIANI
RANDUDONGKAL            17           KEJENE G-20      TIKNO HADI PURWANTO
RANDUDONGKAL            17           KEJENE H-1         LINA FARIDAH
RANDUDONGKAL            17           KEJENE T-6          IMAM TANTOWI
RANDUDONGKAL            17           KEJENE H-2         SUGIARTO
RANDUDONGKAL            17           KEJENE G-12      LUKMAN CHAKIM
RANDUDONGKAL            17           KEJENE G-8         M. RIFA’I
RANDUDONGKAL            17           KEJENE G-5         SOLIKHIN
RANDUDONGKAL            17           KEJENE F-19       AMIRUDIN AZIZ
RANDUDONGKAL            17           KEJENE F-20       SOLEKHUDIN
RANDUDONGKAL            17           KEJENE G-18      AHMAD BISRI
RANDUDONGKAL            17           KEJENE G-4         EKO PURWANINGSIH
RANDUDONGKAL            17           KEJENE G-6         SAFI’I
RANDUDONGKAL            17           KEJENE G-1         ISTIATI
RANDUDONGKAL            17           KEJENE G-15      TARONO
RANDUDONGKAL            17           KEJENE G-7         SUNARJO
RANDUDONGKAL            17           KEJENE G-3         UNTUNG SUTRISNO
RANDUDONGKAL            17           KEJENE G-17      MUHROM MAWARDI
RANDUDONGKAL            18           GONGSENG       H-4         MAKMURI BUDI W
RANDUDONGKAL            18           GONGSENG       H-5         AHMAD NURIDIN
RANDUDONGKAL            18           GONGSENG       H-6         MUHYATI
RANDUDONGKAL            18           GONGSENG       H-3         TOMO RAHARJO

Jumat, 21 September 2012

Kepala SDN 01 Gongseng yang juga merangkap Kepala SMP Negeri Gongseng Satu Atap


Putus Mata Rantai Keterbatasan

Ditulis oleh Radar Tegal               
Wednesday, 05 September 2012

MENGELOLA lembaga pendidikan di wilayah perbatasan bukanlah persoalan mudah. Melihat kondisi medan jalan yang kurang bersahabat, tentu bagi guru lain menjadi persoalan. Namun hal itu bukanlah halangan bagi Sukardi SPd Kepala SDN 01 Gongseng yang juga merangkap Kepala SMP Negeri Gongseng Satu Atap Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang.

 Baginya, adaptasi sosial menjadi tolak ukur untuk mengetahui sejauhmana nilai-nilai yang dijunjung tinggi di tengah masyarakat Desa Gonseng. Warga yang notabene dalam keseharian sebagai petani tadah hujan dan perantau ini, cukup menjadi prinsipnya betapa pendidikan harus menjadi kewajiban untuk dilaksanakan demi untuk memajukan desa di masa mendatang. 

 Di samping itu, bagaimana mengajak masyarakat agar sadar menyekolahkan anak dalam program Wajar Dikdas (Wajib Belajar Pendidikan Dasar) 9 tahun. Dia justru malu berpangku tangan, sehingga apapun yang namanya kegiatan di tengah masyarakat senantiasa melakukan sosialisasi pentingnya Wajar Dikdas, menjadi strategi. Bahkan untuk menyerap siswa baru dari wilayah Kabupaten Tegal melakukan buka meja ke sejumlah SD-SD di Kecamatan Warureja dan Suradadi.

 “Al hasil siswa SMPN banyak juga dari Kabupaten Tegal. Itulah asiknya mengelola pendidikan di perbatasan. Jadi jangan sampai yang namanya Perbataan tidak mampu memotong mata rantai Keterbatasan. Era global kok masih saja tertinggal, jadi jangan sampai masyarakat melakukan pembiaran terhadap anaknya untuk tidak sekolah,” tandas pria kelahiran Desa Kejene yang saban hari menggunakan sepeda motor trail Suzuki TRS pulang balik Gongseng-Kejene.

 “Bagi saya medan jalan Kejene-Gongseng sepanjang 8 KM dengan kondisi sekarang sudah menjadi sahabat, apa yang dipersoalkan terpenting adalah pengabdian agar anak-anak menjadi cerdas,”ujarnya.

 Sepanjang mengelola SD dan SMPN di Desa Gongseng yang membuat was-was justru tatkala musim hujan tiba, sementara Sungai Kali Rambut meluap. Bayangan kekhawatiran tiba-tiba muncul, jangan-jangan guru-guru dari Comal, Pemalang dan Tegal tak bisa menyeberang. “Lantas bagaimana kalo klelep wah – wah. Makanya sebelum mereka kelihatan di bibir sungai saya lebih awal siaga menjemput mereka bersama warga disini untuk menyeberangkan hingga sampai ke sekolah.” (sri)

Selasa, 10 Juli 2012

Pangdam IV Diponegoro Hadiri Penutupan TMMD di Pemalang (Gongseng)



Thursday, 14 June 2012 15:36
Randudongkal. (14/06/2012) Pangdam IV Diponegoro Mayjend TNI Mulhim Ir Asyrof menghadiri penutupan TMMD Tahap I Reguler 88  Tahun 2012 di Desa Gongseng Kecamatan Randudongkal, Selasa, 12 Juni 2012. Upacara penutupan berlangsung di lapangan Desa Kejene Kecamatan Randudongkal dengan Inspektur Upacara Bupati Pemalang H Junaedi, SH.MM. Selain Pangdam, hadir juga Danrem 071 Wijaya Kusuma Kolonel Inf. Cecep R.Mujono, Wakil Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo, ST dan anggota Forum Muspida Kabupaten Pemalang serta para pejabat tingkat BAKORWIL III dan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Pemalang.

Upacara penutupan menjadi meriah dengan ditampilkannya pagelaran Babad Argoliman oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang dan SMK Liberty.
Gubernur Jawa Tengah H Bibit Waluyo dalam sambutan tertulis yang dibacakan Bupati Pemalang H Junaedi, SH.MM mengatakan TMMD merupakan upaya untuk membantu meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah, telah mampu membuka daerah terisolir dan mempersempit kesenjangan antar wilayah, sehingga makin membuka akses transportasi dan komunikasi yang pada akhirnya dapat meningkatkan roda perekonomian daerah
.
TMMD Tahap I Reguler 88 Tahun 2012 di Desa Gongseng  berlangsung selama 21 hari dari tanggal 23 Mei 2012 sampai dengan 12 Juni 2012. Selama berlangsungnya TMMD menurut  Dan Satgas Letkol Ranud  setiap hari mengerahkan tenaga sejumlah 285 orang yang terdiri dari tim penyuluh, SSK, masyarakat, Tagana, dan TNI/POLRI.  Hasilnya,  fisik berupa pengaspalan jalan 1.200. meter dan lebar 3 meter, jembatan plat beton 1 buah, gorong-gorong, 2 lokasi, dan perbaikan jalan 6.000 meter dan lebar 3 meter.
Adapun hasil non fisik antara lain meliputi, penyuluhan PPBN, program bhakti TNI KB dan kesehatan, penyuluhan anatomi terorisme, penyuluhan hukum, Kamtibmas dan bahaya Narkoba, wajar Diknas 9 tahun, tenaga kerja , kependudukan, perijinan dan pajak daerah, dialog interaktif TMMD Reguler ke -88 TA 2012, donor darah dan pemutaran film. Adapun anggaran dari TNI Rp.108. 804.400,00, APBD Provinsi Jawa Tengah Rp. 125.000.000,00, APBD Kabupaten Pemalang Rp. 375.000.000,00.
Usai upacara dilanjutkan dengan peninjauan lokasi fisik yakni jalan, rehab rumah tidak layak huni, dan jembatan besi.(Yp/009)

Kamis, 31 Mei 2012


TMMD Dibuka di Desa Kejene

Ditulis oleh Radar Tegal               
Wednesday, 23 May 2012

RANDUDONGKAL -  Rabu (23/5) kemarin, Dandim 0711 Pemalang membuka kegiatan TMMD Reguler TA 2012 Sengkuyung di Desa Kejene, Kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang. Dalam upacara pembukaan TMMD Danrem 071 hadir sebagai komandan upacara. Hadir pula Bupati Pemalang H Junaedi SH MM didampingi Wakil Bupati M Agung W ST dan jajaran SKPD. “TMMD dilakukan di Desa Gongseng Kecamatan Randudongkal melaksanakan kegiatan program TNI Manunggal Membangun Desa regular tahun anggaran 2012, berdasarkan Surat Perintah Danrem 071 Wijaya Kusuma/WK Nomer STR /78/2012 Tanggal 27 April 2012,  tentang melaksanakan operasi TMMD reguler ke 88 di wilayah Kodim 0711 Pemalang dan Kodim 0712 Tegal serta sengkuyung yang tidak mendapat TMMD Reguler TA 2012,” demikian sambutan Komandan Kodim 0711 Pemalang Letnan Kolonel Arhanut Rohim Setiawan RW saat membacakan laporan kegiatan TMMD dihadapan Danrem 071 Wijaya Kusuma Kolonel Inf Cecep R Mujono M.Sc selaku Komandan Upacara dan para tamu undang  di lapangan Desa Kejene Kecamatan Randudongkal.

 Ia menyampaikan, kegiatan ini akan di laksanakan kurang lebih 21 hari dengan sarana pekerjaan antara lain pengaspalan jalan sepanjang 1200 meter lebar 3 meter serta membuat jembatan dengan plat beton satu lokasi, pembuatan gorong – gorong 2 lokasi sebagai sarana tambahan melakukan perbaikan jalan sepanjang 600 meter lebar 3 meter.

 Kegiatan non fisik diantaranya penyuluhan PPBN, Program bakti TNI KB dan kesehatan , penyuluhan hukum, penyuluhan kamtibmas dan bahaya narkoba, wajar dikdas 9 tahun, penyuluhan peningkatan dan pengembangan jaringan kerja sama koperasi , kegiatan penghijauan, pertanian, perkebunan, dan pembangunan berwawasan lingkungan. Penyuluhan tenaga kerja, kependudukan , perizinan dan pajak daerah. Dialog interaltif TMMD Reguler TA 2012, donor darah, penyuluhan pola hidup bersih dan sehat, penyuluhan layanan mobil larasita dan partisipasi massa , dan kegiatan ahkir diadakan pemutaran Flm di malam terakhir.

 Danrem 071 Wijaya Kusuma Kolonel Inf Cecep R Mujono M.Sc mengutarakan, berharap dengan pembukaan TMMD ke 88 yang akan dikerjakan 21 hari nanti bisa berhasil berdaya guna baik peningkatkan dan perbaikan kehidupan sosial di lingkungan masyarakat. “Sebagai mana kita ketahui bahwa program TMMD ini merupakan Program kerja sama lintas sektoral antara TNI, POIN , kementrian/lembaga pemerintah dan pemerintah non kementerian Daerah serta komponen bangsa lainnya yang dilaksanakan secara terpadu dan berkesinambungan dalam upaya membantu meningkatkan akselerasi pembangunan daerah," sambungnya.

 Sedangkan proses perencanaan TMMD selalu di awali dengan melibatkan berbagai Intansi dan masyarakat serta serta disusun melalui sistem Bottom up planning, sehingga dapat mewadahi aspirasi dan kepentingan masyarakat di daerah masing–masing. Program ini telah di bahas sebelumnya pada rapat koordinator teknis TMMD di kementerian pertanian RI pada bulan lalu yang melibatkan seluruh staf penanggungjawab operasional TMMD dan ketua tim Asisten kementerian dan lembaga pemerintah dan non pemerintah kementrian serta pemerintah daerah kab/kota untuk penyelenggara program TMMD.

 Untuk itu dengan adanya program TMMD ke 88 hendaknya dapat tercapai secara optimal sehingga dapat membantu tugas pemerintah dalam mewujudkan percepatan pembangunan daerah. Maka pembangunan Instruktur sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh masyarakat di daerah dapat terpenuhi dengan harapan mampu meningkatkan roda ekonomi daerah. “Melalui program TNI manunggal membangun Desa, kita tingkatkan Sinergitas kegiatan dan kerja sama antara TNI , Polri, lembaga , kementerian, lembaga pemerintah non kementerian pemerintah daerah dan segenap komponen masyarakat untuk mewujudkan percepatan pembangunan pedesaan menuju masyarakat damai dan sejahtra,” ujarnya. (nur)

Selasa, 27 Maret 2012

Perbaikan Jembatan Gongseng Didesain
Ditulis oleh Radar Tegal   
Friday, 23 March 2012
PEMALANG – Upaya perbaikan Jembatan Gongseng di Kecamatan Randudongkal,Pemalang yang akan dilakukan oleh pemerintah daerah, sekarang ini baru memasuki tahap pembuatan desain.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi dan Sarana Prasarana Pedesaan di Bapermas KB Puji Sugiarto selaku Satuan Kerja (Satker) Pemangku PNPM Mandiri Pedesaan, kemarin.
“Perbaikan Jembatan Gongseng akan segera dilakukan dan untuk sekarang masih dalam tahap pembuatan desain  baru,” katanya.
Menurutnya, upaya perbaikan jembatan itu utamannya pada bagian yang rusak yaitu pada tiang penyangganya yang mengalami patah akibatnya terkena derasnya air sunggai asat turumn hujan lebat. Berdasarkan hasil pengecekan tingkat kerusakan Jembatan Gongseng masuk kategori rusak sedang, karena  hanya pada penyangga jembatan, sehingga tidak perlu adanya pembongkaran secara total.
Puji menjelaskan, rusaknya Jembatan Gongseng akibat terkena derasnya air sungai. Sebelumnya oleh tim pelaksana pembangunan sudah dilakukan analisis lingkungan. Seperti analisis air sunggai yang ada, baik saat air surut dan saat air besar akibat hujan deras. Namun demikian, karena musibah akibat bencana alam maka sulit terpantau, sehingga  rusaknya jembatan itu diluar jangkuan manusia.
“Menganalisis lingkungan sudah kita lakukan, tapi karena ada musibah maka jembatan itu jadi rusak,” tandasnya.
Disinggung mengenai besarnya anggaran pihaknya belum bisa  menjelaskan secara pasti soal angkanya karena masih dalam proses perencanaan gambar dan angarannya. (apt